Kembali Pimpin PERSINAS ASAD Jakarta Pusat, Wahid Setiawan Tekankan Tiga Program Utama
Musyawarah Kota (Muskot) ke-6 PERSINAS ASAD Jakarta Pusat menetapkan kembali Wahid Setiawan sebagai Ketua Pengurus Kota (Pengkot) PERSINAS ASAD Jakarta Pusat.

Musyawarah Kota (Muskot) ke-6 PERSINAS ASAD Jakarta Pusat menetapkan kembali Wahid Setiawan sebagai Ketua Pengurus Kota (Pengkot) PERSINAS ASAD Jakarta Pusat. Agenda yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Minggu (1/11/2026) ini menjadi momentum penguatan konsolidasi organisasi, persaudaraan, dan peningkatan prestasi pesilat.
Dalam sambutannya usai kembali dipercaya memimpin, Wahid menegaskan bahwa amanah kepemimpinan ini bukanlah bentuk kebanggaan personal, melainkan tanggung jawab besar yang harus dipikul bersama oleh seluruh jajaran pengurus dan anggota.
"Bagi saya, jabatan ini bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab besar yang harus kita jalankan bersama. Saya tidak ingin menjadi ketua yang hanya memberikan perintah, tetapi saya ingin menjadi bagian dari tim yang bersama-sama bekerja, bergerak, dan berjuang untuk kemajuan PERSINAS ASAD Jakarta Pusat," ujar Wahid.
Wahid memaparkan tiga fokus prioritas kepengurusannya ke depan, yakni memperkuat kekompakan dan persaudaraan internal, meningkatkan pembinaan atlet usia dini hingga mampu bersaing di tingkat internasional, serta membangun kepengurusan yang aktif dan berkontribusi nyata.
"Mari kita bekerja bersama, bukan hanya untuk membesarkan nama organisasi, tetapi juga untuk mencetak generasi pesilat yang berprestasi, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat. PERSINAS ASAD Jakarta Pusat, solid organisasinya, kuat persaudaraannya, dan meningkat prestasinya!" tegas Wahid.
Pada kesempatan yang sama, Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD DKI Jakarta mendorong jajaran pengurus kota untuk memperluas cara pandang organisasi agar tidak sekadar mengurus kegiatan pencak silat, melainkan ikut berperan aktif membangun peradaban dan karakter luhur generasi muda.
Wakil Ketua Pengprov PERSINAS ASAD DKI Jakarta Bidang Prestasi, Triyanto Atmo Wiyono, menyampaikan pentingnya menaikkan kualitas pengabdian melalui pembinaan karakter generasi penerus.
"Jangan sekadar kita ini mengurus pencak silat. Kita ini mempunyai andil untuk membentuk peradaban. Saya ingin mengajak Bapak-bapak sekalian kepada the next level," kata Triyanto.
Triyanto menambahkan bahwa wujud pembinaan 29 karakter luhur di PERSINAS ASAD merupakan benteng moral krusial di tengah pesatnya perkembangan teknologi di era eksponensial. Ia menekankan bahwa visi besar tersebut hanya bisa terwujud jika pengurus senantiasa menjaga kerukunan dan kekompakan.


