PERSINAS ASADDKI JAKARTA

Buka Muskot Jakarta Pusat, Pengprov PERSINAS ASAD Ajak Pengurus Bangun Peradaban

Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD DKI Jakarta mendorong jajaran pengurus tingkat kota untuk memperluas cara pandang organisasi, tidak sekadar mengurus kegiatan pencak silat, melainkan berperan aktif dalam membangun peradaban dan melatih karakter luhur generasi muda.

Sambutan dalam Musyawarah Kota ke-6 PERSINAS ASAD Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026)
Sambutan dalam Musyawarah Kota ke-6 PERSINAS ASAD Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026)

Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD DKI Jakarta mendorong jajaran pengurus tingkat kota untuk memperluas cara pandang organisasi, tidak sekadar mengurus kegiatan pencak silat, melainkan berperan aktif dalam membangun peradaban dan melatih karakter luhur generasi muda.

Pesan tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Pengprov PERSINAS ASAD DKI Jakarta Bidang Prestasi, Triyanto Atmo Wiyono, saat memberikan sambutan sekaligus membuka Musyawarah Kota (Muskot) ke-6 PERSINAS ASAD Jakarta Pusat di Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026).

Triyanto meminta para pengurus untuk melihat amanah organisasi dari sudut pandang yang lebih luas dan berdampak jangka panjang.

"Jangan sekadar kita ini mengurus pencak silat. Kita ini mempunyai andil untuk membentuk peradaban. Saya ingin mengajak Bapak-bapak sekalian kepada the next level," kata Triyanto dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya bagi pengurus untuk meningkatkan kualitas pengabdian melalui pembinaan generasi penerus secara profesional. Menurut Triyanto, warga PERSINAS ASAD dibekali fondasi mental dan spiritual yang kuat, seperti 29 karakter luhur. Nilai-nilai ini dinilai sangat krusial sebagai benteng moral dan modal adaptasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi di era eksponensial.

"Kalau kita menjalankan 29 karakter luhur tadi, itu sebenarnya sangat cukup untuk hidup di masa sekarang. Skill dan keterampilan bisa dengan cepat dipelajari lewat teknologi, tetapi karakter luhur yang menjadi pembentengnya," tutur Triyanto.

Ia menambahkan bahwa upaya besar membangun peradaban masyarakat tidak akan dapat terwujud tanpa soliditas dan rasa persaudaraan yang kuat di internal organisasi.

"Membangun peradaban itu tidak akan bisa terwujud kalau kita tidak solid dalam persaudaraan. Sikap rukun dan kompak menjadi modal utama untuk membentuk peradaban," tegasnya.

Muskot ke-6 PERSINAS ASAD Jakarta Pusat yang mengusung tema "Solid dalam Persaudaraan, Luhur dalam Karakter" ini menetapkan kembali Wahid Setiawan sebagai Ketua Pengurus Kota (Pengkot) PERSINAS ASAD Jakarta Pusat. Wahid menegaskan bahwa amanah kepemimpinan ini bukanlah bentuk kebanggaan personal, melainkan tanggung jawab besar yang harus dipikul bersama oleh seluruh jajaran pengurus dan anggota.

✦

Merawat tradisi. Membentuk karakter. Mengukir prestasi.

Lihat Semua Berita